KBIHU Bojonegoro Jangan Gagap Digital! PKM UNUGIRI–Kementerian Haji dan Umrah Turun Tangan, 12 Mahasiswa Dikerahkan

Pelatihan tata kelola administrasi berbasis sistem informasi terintegrasi menyasar 20 pengurus dari 13 KBIHU se-Kabupaten Bojonegoro.

9/16/20262 min baca

KBIHU Bojonegoro Jangan Gagap Digital! PKM UNUGIRI–Kementerian Haji dan Umrah Turun Tangan, 12 Mahasiswa Dikerahkan

Pelatihan tata kelola administrasi berbasis sistem informasi terintegrasi menyasar 20 pengurus dari 13 KBIHU se-Kabupaten Bojonegoro.

Bojonegoro — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) berkolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro menggelar pelatihan peningkatan kapasitas tata kelola administrasi melalui sistem informasi terintegrasi bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Senin (31/8). Kegiatan ini menjadi ikhtiar mendorong layanan haji dan umrah di Bojonegoro lebih transparan, akurat, dan tertata.

Berlangsung di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro, pelatihan diikuti 20 pengurus yang mewakili 13 KBIHU se-Kabupaten Bojonegoro. Selain memperkuat tata kelola administrasi, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan sistem informasi secara terintegrasi.

Program pengabdian dikawal langsung tim dosen PKM UNUGIRI yang terdiri dari Shofa Robbani, Nurul Huda, dan Arif Al Anang. Tak hanya dosen, PKM UNUGIRI juga melibatkan 12 mahasiswa aktif sebagai fasilitator lapangan untuk mendampingi peserta selama pelatihan.

Perwakilan tim dosen PKM UNUGIRI, Nurul Huda, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong modernisasi kelembagaan keagamaan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

“Kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Haji dan Umrah ini menjadi momentum penting untuk mendorong modernisasi kelembagaan keagamaan agar mampu beradaptasi dengan era digital,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro, Muh. Abdullah Hafith, menegaskan pentingnya modernisasi dalam tata kelola administrasi haji. Ia menilai pemanfaatan sistem digital diperlukan untuk mendukung pelayanan yang lebih transparan, akurat, dan tertata.

“Transformasi digital adalah kebutuhan mutlak bagi KBIHU saat ini agar tata kelola pendaftaran hingga pelayanan jemaah haji dan umrah di Bojonegoro semakin transparan, akurat, dan teratur,” tegasnya.

Penguatan Sistem Administrasi KBIHU

Memasuki sesi utama, peserta mendapat materi mengenai pemanfaatan sistem layanan digital yang berkaitan dengan penyelenggaraan administrasi haji. Pemateri pertama, Ahmad Farid Al Junaidi, memaparkan pengenalan dan pemanfaatan sistem layanan yang tersedia pada situs web resmi Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro.

Materi itu diarahkan untuk membantu pengurus KBIHU memahami berbagai layanan informasi yang tersedia sekaligus meningkatkan kemampuan memanfaatkan sistem digital untuk menunjang kebutuhan administrasi.

Selanjutnya, Shofa Robbani memberikan panduan teknis mengenai pengisian formulir pengumpulan dokumen calon jemaah haji Kabupaten Bojonegoro secara terintegrasi. Pendampingan dilakukan agar peserta memahami tahapan pengisian serta alur pengumpulan dokumen secara lebih sistematis.

Pelaksanaan kegiatan juga didukung 12 mahasiswa PKM UNUGIRI yang bertugas sebagai fasilitator lapangan. Mereka mendampingi peserta selama proses pelatihan, khususnya dalam memahami materi dan praktik penggunaan sistem informasi. Kedua belas mahasiswa tersebut yakni Diah Dwi Rizki Putri Qomariyah, Eka Anggita Maharani, Eni Setiyowati, Juliana Magfiroh, M. Jauharul Ma'arif, Mey Shofi Nurmawati, Muhammad Jauharul Maknun, Nindy Kharisma Maheswari, Qurotul Aini Salma Sasaria, Sri Wahyuni, Windawati Laily Nuraini, dan Windiyanti Laily Nuraini.

Peserta Apresiasi Pelatihan

Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan. Perwakilan pengurus KBIHU Al-Amanah, M. Hamim Alfian, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai memberikan pemahaman lebih jelas mengenai sistem layanan digital dan tata kelola administrasi calon jemaah haji.

“Pemaparan materi mengenai web kementerian serta petunjuk pengisian formulir pengumpulan dokumen calon jemaah haji sangat membantu memperjelas alur kerja kami. Kegiatan ini berjalan sangat lancar dan komunikatif,” ungkap M. Hamim Alfian.

Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, 20 pengurus dari 13 KBIHU se-Kabupaten Bojonegoro diharapkan mampu menerapkan tata kelola administrasi berbasis digital secara mandiri. Penguatan kapasitas itu diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaah haji dan umrah di Kabupaten Bojonegoro.